Workshop Penyusunan Pra-Feasibility Study Pengembangan Industri Ayam Terintegrasi

Jakarta, 17 November 2025 Ketua Koperasi LPER, H. Mulyadi Atma, berkesempatan menjadi salah satu narasumber utama dalam Workshop Penyusunan Pra-Feasibility Study (Pra-FS) Pengembangan Industri Ayam Terintegrasi yang diselenggarakan oleh PT Perkebunan Nusantara III (Persero) atas penugasan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Kegiatan ini berlangsung di Kantor Pusat PT KPBN, Jakarta Pusat.

Workshop ini merupakan langkah awal penyusunan dokumen Pra-FS sebagai dasar pelaksanaan Program Pengembangan Industri Ayam Terintegrasi, yang bertujuan memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendukung agenda hilirisasi komoditas pertanian.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan lembaga-lembaga dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Kementerian Pertanian RI, PT Perkebunan Nusantara III (Persero), PT Perkebunan Nusantara I, PT Perkebunan Nusantara IV, PT Sinergi Gula Nusantara, PT Riset Perkebunan Nusantara, PT Berdikari dan Praktisi dari Industri Peternakan yaitu Bapak Asrokh Nawawi, Direktur Marketing Sido Agung Group dan Bapak Cecep Muhammad Wahyudin, Wakil Ketua Umum Bidang Peternakan Kadin Indonesia, yang juga menjadi narasumber dalam kegitan ini.

Kehadiran lintas BUMN dan praktisi perunggasan tersebut menunjukkan komitmen bersama untuk membangun ekosistem industri ayam yang terstruktur, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, H. Mulyadi Atma menyampaikan materi berjudul “EKOSISTEM INDUSTRI AYAM TERINTEGRASI HULU-HILIR DARI ASPEK TEKNIS DAN KERJASAMA.”

Beliau memaparkan konsep menyeluruh mengenai integrasi industri ayam, mencakup pembibitan, produksi, penyediaan pakan, tata kelola kemitraan, hingga strategi kolaborasi antar lembaga melalui integrasi rantai pasok yang melibatkan peternak kecil–menengah, koperasi, dan pelaku usaha kecil menengah agar tercipta ekosistem perunggasan yang berkeadilan dan berdaya saing.

Paparan tersebut mendapat perhatian besar dari para peserta, mengingat pendekatan ekosistem merupakan pilar penting dalam penyusunan Pra-FS tahap awal.

Acara ditutup dengan penyerahan cinderamata kepada seluruh narasumber sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam pengembangan konsep dan penyusunan awal Pra-FS. Workshop ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi kolaborasi lintas sektor menuju terwujudnya industri ayam terintegrasi yang modern, efisien, dan berkelanjutan di Indonesia.

Acara ditutup dengan penyerahan cinderamata kepada seluruh narasumber sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam pengembangan konsep dan penyusunan awal Pra-FS. Workshop ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi kolaborasi lintas sektor menuju terwujudnya industri ayam terintegrasi yang modern, efisien, dan berkelanjutan di Indonesia.

  • All Posts
Load More

End of Content.