Ketua Koperasi LPER Teluria, H. Mulyadi Atma, bersama Kepala Badan Pangan Nasional (BAPANAS), H. Arief Prasetyo Adi, S.T., M.T., Ph.D. (h.c), serta Direktur Pengawasan Penerapan Standar Keamanan dan Mutu Pangan, Brigjen Pol Hermawan, S.I.K., M.M., melakukan kunjungan kerja ke peternakan ayam petelur di kawasan Cijeruk, Kabupaten Bogor, pada Jumat, 2 Mei 2025.
Kunjungan ini dilakukan dalam rangka mendukung kesiapan pasokan telur sebagai bahan baku utama untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah digulirkan pemerintah. Program ini menargetkan pemenuhan kebutuhan protein hewani bagi pelajar di seluruh Indonesia.
Rombongan meninjau langsung fasilitas kandang, proses pemeliharaan ayam, serta pengelolaan hasil produksi telur yang akan disalurkan untuk kebutuhan program MBG. Selain itu, kunjungan ini juga memastikan bahwa standar keamanan dan mutu pangan diterapkan secara optimal, sehingga telur yang dihasilkan layak konsumsi dan berkualitas tinggi.
Kolaborasi antara pemerintah, koperasi, dan pelaku usaha menjadi kunci dalam menjaga ketersediaan telur secara berkelanjutan, baik dari sisi jumlah maupun mutu, guna mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis secara nasional.
Kegiatan diakhiri dengan peninjauan fasilitas penyimpanan telur hasil produksi serta sesi foto bersama sebagai tanda komitmen bersama dalam mendukung ketahanan pangan dan gizi masyarakat.


Kerja sama ini mengusung tema “Sinergi Pendidikan dan Pemberdayaan: Program Praktik Kerja, Magang, Pelatihan, dan Praktisi Mengajar di Bidang Peternakan”, yang akan menjadi payung berbagai kegiatan bersama antara kedua belah pihak. Program ini bertujuan memberikan pengalaman lapangan bagi mahasiswa Fakultas Peternakan UGM, serta menghadirkan praktisi dari Teluria sebagai bagian dari pembelajaran akademik di kampus.
Dalam sambutannya, Prof. Ir. Yuny Erwanto, S.Pt., MP., Ph.D., IPM., menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat. “Kami percaya kolaborasi dengan Teluria akan memperkaya pengalaman mahasiswa dan memperluas jangkauan pemberdayaan yang berbasis pada ilmu peternakan,” ungkapnya.
Sementara itu, H. Mulyadi Atma menegaskan bahwa kerja sama ini bukan hanya terbatas pada kajian, penelitian, ruang praktik, dan pelatihan. Ia juga mengajak seluruh universitas peternakan di Indonesia untuk mulai membangun kolaborasi aktif demi mewujudkan harapan Bapak Presiden dalam visi besar menuju Indonesia Emas.

“Mari kita kedepankan kepentingan bangsa dan negara demi masa depan generasi penerus. Saatnya kita kembali fokus pada bidang dan keahlian masing-masing, dengan semangat sepi ing pamrih, rame ing gawe,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa peternak rakyat yang tergabung dalam koperasi LPER akan terus berfokus pada pengembangan teknis di lapangan, sambil menjalin komunikasi dan koordinasi secara berkala dengan universitas-universitas peternakan. Hal ini dimaksudkan agar berbagai kendala maupun aspirasi dari peternak dapat disampaikan kepada pihak akademisi untuk dikaji lebih lanjut, dan menjadi bahan usulan dalam penyusunan kebijakan maupun legislasi oleh DPR dan pemerintah.
“Dengan demikian, akan tercipta sinergi berkelanjutan antara dunia akademik dan peternak rakyat dalam menentukan kebijakan mana yang perlu dipertahankan, dan mana yang perlu dievaluasi, berdasarkan hasil penelitian dan kajian ilmiah dari perguruan tinggi,” pungkasnya.
Kerja sama ini diharapkan menjadi model kolaborasi ideal antara perguruan tinggi dan lembaga pemberdayaan dalam membangun sistem peternakan rakyat yang inklusif, berbasis ilmu pengetahuan, dan selaras dengan arah pembangunan nasional menuju ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.
